A

Mangrove

Ilustrasi ekosistem mangrove

Ekosistem mangrove adalah ekosistem hutan pesisir yang tumbuh di daerah pasang surut dan menyimpan banyak karbon di tanah dan akar. (IPCC, 2013 Wetlands Supplement; AR6 WGII Ch.3)

Fungsi: Penahan sedimen, pelindung pantai dari abrasi, penyerap dan penyimpan karbon di lapisan tanah mineral dan organik, tempat hidup habitat pesisir.

B

Padang Lamun

Ilustrasi ekosistem padang lamun

Ekosistem padang lamun adalah ekosistem tumbuhan laut yang hidup di dasar laut dangkal dan menyerap karbon dari air serta menyimpannya di sedimen. (IPCC, 2013 Wetlands Supplement; AR6 WGII Ch.3)

Fungsi: Penstabil sedimen, penyerap dan penyimpan karbon di sedimen, tempat hidup habitat dan sumber makanan biota laut, peningkat kualitas air, peredam energi gelombang.

C

Rawa Asin Pasang Surut (Salt Marshes)

Ilustrasi ekosistem rawa asin pasang surut

Ekosistem rawa asin pasang surut adalah lahan pasang surut yang ditumbuhi rumput atau semak tahan garam dan menyimpan karbon di tanah basahnya. (IPCC, 2013 Wetlands Supplement; AR6 WGII Ch.3)

Fungsi: Penyaring polutan, penyerap karbon di tanah payau, penjaga kestabilan garis pantai.

Ketiga ekosistem ini banyak ditemukan hidup berdampingan di wilayah pesisir, membentuk satu bentang alam yang saling terhubung dan saling mempengaruhi, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara terpadu sebagai satu kesatuan. Indonesia, dengan garis pantai lebih dari 95 ribu kilometer, memiliki potensi besar dari ekosistem karbon biru yang tidak hanya mampu menyerap dan menyimpan karbon, tetapi juga berperan penting sebagai “sabuk pengaman alami” yang melindungi pesisir dari abrasi, gelombang, dan dampak perubahan iklim.